Jumat, 11 Januari 2019

dzikir dengan menggunakan asma Allah ta'ala Al Wadud dan khasiat-khasiatnya.

Kitab syamsul ma’arif alkubra (mataharinya ilmu-ilmu pengetahuan yang maha besar) juz pertama (02) halaman 179 ; karya Al imam Ahmad bin Ali Albuni rahimahullahu ta’ala.

@ngajisyamsulma’arifalkubra/S=0004/klik.


[الفصل الثامن والأربعون فى اسمه تعالى ودود] هذا المغناطيس الجذاب والياقوت الجلاب من أكثر من ذكره كان محبوبا عند سائر الخلق ويثبت الله تعالى قلوب الخلق على محبته وهو من الأذكار الجليلة ومن وضع اسمه ودود والحسيب فى مثلث مركزه جواد ووضع المثلث فى باطن مربع.

[Alfashlu atstsaminu wal arba’una fi ismihi ta’ala wadudu] hadzal mighnathisu aljadzdzabu wal yaqutu al jallabu man aktsara min dzikrihi kana mahbuban ‘inda sa-iril khalqi wa yutsabbitullahu ta’ala qulubal khalqi ‘ala mahabbatihi wa huwa minal adzkari aljalilati wa man wadha’a ismahu wadudu wal hasibu fi mutsallatsi markazuhu jawadun wa wadha’al mutsallatsa fi bathini murabba’i.

[fasal nomer empat puluh delapan (48) tentang nama Allah ta’ala : wadudu (maha mengasihani)] asma’ ini seperti jimat yang banyak menariknya dan seperti berlian yang banyak menariknya, barangsiapa yang memperbanyak membaca asma’ ini maka dia akan dicintai disisi semua makhluk dan Allah ta’ala menetapkan dihati-hati para makhluk atas rasa cinta kepadanya ; dan asma’ ini adalah dari dzikir-dzikir yang agung dan barangsiapa yang menulis asma’ Allah wadud dan hasib ada didalam rajah segitiga yang pusatnya itu adalah jawadun (maha pemurah) dan menulis rajah segitiga didalam rajah segiempat.

وحمله فإنه لا يقع عليه بصر أحد إلا أحبه ومن وضع هذا الشكل فى الساعة الأولى من يوم الجمعة أو فى شرف الزهرة وحمله ولازم على تلاوته فإنه يرى العجب العجاب.

Wa hamalahu fa-innahu la yaqa’u ‘alaihi basharu ahadin illa ahabbahu wa man wadha’a hadzasy syakla fis sa’atil ula min yaumil jum’ati au fi syarafiz zuhrati wa hamalahu wa lazama ‘ala tilawatihi fa-innahu yaral ‘ujbal ‘ijaba.

Dan membawa rajah segitiga ini maka sesungguhnya tidak mengawasi atasnya pandangan mata seseorang kecuali mencintainya dan barangsiapa yang menulis model ini di jam pertama dari hari jum’at atau bersinarnya bintang zuhrah dan membawa model iki dan dia senantiasa membacanya maka sesungguhnya dia akan melihat hal-hal yang aneh-aneh.

واعلم أن من كتب هذا الإسم الشريف فى حريرة بيضاء وحملها رزق محبة القلوب وينبغي أن يكون على طهارة وذكر بعضهم أن من أكثر من ذكره إلى أن يغلب عليه منه حال فكل من رآه مال إليه بطبعه وأحبه بقلبه وأحيا الله تعالى باطنه بروح المحبة وزين ظاهره بأسرار المودة فافهم ذلك.

Wa’lam anna man kataba hadzal isma asysyarifa fi harirati baidha-a wa hamalaha ruziqa mahabbatal qulubi wa yanbaghi an yakuna ‘ala thaharatin wa dzakara ba’dhuhum anna man aktsara min dzikrihi ila an yaghliba ‘alaihi minhu halu fakullu man raa-ahu mala ilaihi bithab’ihi wa ahabbahu biqalbihi wa ahyallahu ta’ala bathinahu biruhil mahabbati wa zayyana zhahirahu bi-asraril mawaddati fafham dzalika.

Dan ketahuilah bahwa barangsiapa yang menulis asma yang mulia ini dikain yang putih dan membawanya maka akan diberikan rasa cinta para makhluk yang memiliki hati dan sebaiknya orang itu ada diatas kesucian ; dan sebagian mereka para ulama menyebutkan bahwa barangsiapa yang memperbanyak membaca dzikir asma ya wadud sampai merasuk asma itu atas orang tersebut maka setiap orang yang melihatnya akan condong dengan tabiatnya kepadanya dan merasa seneng dengan hatinya dan Allah ta’ala menghidupkan batinnya orang tersebut dengan ruh rasa cinta dan menghiasi dhohirnya dengan rahasia-rahasia rasa cinta maka fahamilah olehmu hal itu.

وقد وضعه بعضهم على هذه الصفة وهو وضع شريف وهذه صورته : وله مثلث جليل القدر يوضع فى شف القمر فى الساعة الأولى من يوم الجمعة ويحمله ثم يذكره إلى الغروب من ذلك اليوم فإنه لا يقع عليه بصر أحد إلا أحبه.

Wa qad wadha’ahu ba’dhuhum ‘ala hadzihish shifati wa huwa wadh’u syarifun wa hadzihi shuratuhu : wa lahu mutsallatsu jalilul qadri yudha’u fi syarafil qamari fis sa’atil ula min yaumil jum’ati wa yahmiluhu tsumma yadzkuruhu ilal ghurubi min dzalikal yaumi fa-innahu la yaqa’u ‘alaihi basharu ahadin illa ahabbahu.

Dan sungguh sebagian ulama telah menulis asma ya wadud atas sifat ini dan itu adalah tatanan yang mulia dan ini adalah gambarnya : dan rajah segitiga memiliki derajat yang mulia yang diletakan disinarnya bintang diwaktu yang pertama dari hari jum’at dan membawa rajah segitiga ini kemudian berdzikir dengan asma ya wadud sampai tenggelamnya matahari dihari tersebut maka sesungguhnya tidak mengawsi kepadanya pandangan mata seseorang kecuali mencintainya.

وهذه صورته وفيه سر غريب ومعنى عجيب لجذب القلوب والأرواح والمهج وهو ذكر لأرباب الجمال ولمن ذاق مشروب المحبة وجلس على بساط المودة ألا ترى أنه يناسب حروفه بدوح.

Wa hadzihi shuratuhu wa fihi sirrun gharibun wa ma’na ‘ajibun lijadzbil qulubi wal arwahi wal minhaji wa huwa dzikrun li-arbabil jamali wa liman dzaqa masyrubal mahabbati wa jalasa ‘ala basathil mawaddati ala tara annahu yunasibu hurufuhu bidauhin.

Dan model rajah segitiga ini dan didalam asma ya wadud ada rahasia yang aneh dan artinya adalah yang aneh-aneh untuk menarik hati-hati makhluk dan arwah-arwah dan mengerakan benda-benda dan asma ya wadud adalah dzikir bagi orang-orang yang memiliki keindahan dan untuk orang yang merasakan minuman rasa cinta dan duduk diatas permadani rasa cinta, Apakah kamu tidak melihat bahwasannya huruf-hurufnya itu menyamai dengan rumah yang besar.

و أسماء حروفه 96 تشير إلى اسمه سول و أجزاء عدده تشير إلى اسمه حبيب و هو روح الروح والفرد يوافقه من الأسماء هادي و هو من الأعداد الشريفة لأنه من ضرب أول عدد و هو زائد ؛ أجزاؤه 22 تشير إلى اسمه حبيب لقوله : توادوا تحابوا.

wa asma-u hurufihi 96 tusyiru ila ismihi sa-ulun wa ajza-u 'adadihi tusyiru ila ismihi habibun wa huwa ruhur ruhi wal fardu yuwafiquhu minal asma-i hadii wa huwa minal a'dadisy syarifati li-annahu min dharbi awwali 'adadin wa huwa za-idun ; ajza-uhu 22 tusyiru ila ismihi habibun liqaulihi : tawadduu tahabbuu.

dan nama-nama huruf-huruf asma alwadud itu jumlahnya ada 96 yang dia itu cocok dengan nama Allah ta'ala sa-ulun (Dia-lah Allah dzat yang di mintai) dan bagian-bagian angkanya (hitungannya) itu cocok dengan asma Allah habibun (Dia-lah Allah dzat yang dicintai atau dikasihi) dan habib itu adalah ruhnya ruh dan sendiri-sendiri yang mencocoki asma habib itu dari nama-nama hadii (Dia-lah Allah dzat yang memberi petunjuk) dan hadii itu dari angka-angka yang mulia karena hadii itu hasil dari pengkalian awalnya angka dan hadii itu adalah angka yang lebih ; bagian-bagian asma alwadud itu jumlahnya ada 22 yang itu cocok dengan asma Allah habibun (Dia-lah Allah dzat yang dicintai) berdasarkan sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam : saling berkasih sayanglah kalian dan saling cinta-mencintailah kalian.

و أما أسماء حروفه 96 فتشير إلى اسمه سول إذ الحب الود و هو السول وإذ الوتر ورد المحبة جعل نهايتها الطلب الذي هو من إشارة اسمه طالب.

wa amma asma-u hurufihi 96 fatusyiru ila ismihi sa-ulun idz alhubbu alwuddu wa huwa assaulu wa idz alwitru wirdul mahabbati ju'ila nihayatuhu aththalabu alladzi huwa min isyarati ismihi thalibun.

dan adapun nama-nama huruf-huruf asma alwadud itu jumlahnya ada 96 maka itu cocok dengan asma Allah ta'ala sa-ulun (Dia-lah Allah dzat yang dimintai) karena rasa sayang adalah rasa cinta dan itu adalah sesuatu yang dimintai (kepada Allah ta'ala) dan karena dzat yang ganjil, yaitu Allah adalah yang bisa mendatangkan rasa cinta, dijadikan puncaknya rasa cinta adalah permintaan yang mana permintaan itu berasal dari isyarat dari asma Allah thalibun (Dia-lah Allah dzat yang menuntut, yaitu menuntut hambanya untuk meminta kepada-Nya).

فإن قلت : ما المحبة ؟ قلت : صفاء المودة وهي الليل الدائم بالقلب الهائم وقيل : فى فضل هذا المقام أربعة ألقاب ب الودح العشق و هو إفراد المحبة ود الشفقة و هو استفراغ الإرادة فى المحبوب والتعلق به ؛ والله الموفق.

fa-in qulta : mal mahabbatu ? qultu : shafa-ul mawaddati wa hiya allailud da-imu bil qalbil ha-imi, wa qila : fi fadhli hadzal maqami arba'atu alqabin, ba alwadahu al'isyqu wa huwa ifradul mahabbati wuddusy syafaqati wa huwa istifraghul iradati fil mahbubi wat ta'alluqi bihi, wallahul muwaffiqu.

dan jika kamu bertanya : apa itu mahabbah (rasa cinta) ? Aku berkata : mahabbah itu adalah beningnya rasa sayang dan dia itu seperti malam yang terus-menerus (langgeng) didalam hati seseorang yang sedang bingung, dan dikatakan : tentang keutamaan maqam ini yang pada maqam ini ada 4 gelar, poin b dari 4 maqam adalah alwadahu al'isyqu dan dia itu adalah ifradul mahabbati wuddusy syafaqati, maknanya adalah mengosongkan kehendak hanya pada sesuatu yang dicintai dan bergantung dengannya, dan Allah dzat yang memberi petunjuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar