Muraja’ah Kitab Manhajus Salikin Wa Taudhihul Fiqhi Fid
Din, Halaman : 53 (lima
puluh tiga) ; Karya Asy Syaikh Al 'Alamah Abdur Rahman Bin
Nashir 'Abdullah As Sa'di rahimahullahu ta'ala:
|
@ngajimanhajussaalikiin/0012/klik.
|
باب الحيض
|
[49]-والأصل فى الدم الذي يصيب
المرأة : أنه حيض ، بلا حد لسنه ولا قدره ولا تكرره.
|
[50]-الا إن أطبق الدم على المرأة ،
أو صار لا ينقطع عنها الا يسيرا فإنها تصير مستحاضة.
|
[51]-فقد أمرها النبي صلى الله عليه
وسلم أن تجلس عادتها.
|
[52]-فإن لم يكن لها عادة ، فإلى
تممييزها.
|
[53]-فإن لم يكن لها تمييز فإلى
عادة النساء الغالبة : ستة أيام أو سبعة ، الله أعلم.
|
Bab tentang Haidh
|
[49]-dan asal pada darah yang keluar/menimpa perempuan
adalah : bahwasannya itu haid, tidak ada batasan pada umurnya dan tidak ada
batasan pada kadarnya, yakni kadar lamanya atau jarak waktunya dan tidak ada
batasan dalam pengulangannya.
|
[50]-kecuali kalau darahnya mendominasi pada perempuan,
atau darah itu tidak terputus darinya kecuali sedikit, maka sesungguhnya dia
menjadi wanita yang istihadhah.
|
[51]-maka sungguh wanita yang istihadhah apabila dia
masuk kebiasaan haidnya maka diperintahkan oleh nabi shollallahu ‘alaihi wa
sallam untuk duduk menghitungnya sebagai darah haid kebiasaannya saja.
|
[52]-maka jika dia tidak punya adat kebiasaan terhadap
masa haidnya maka dia memakai tamyiz/membedakan darah haid.
|
[53]-maka jika tidak ada tamyiz maka dia ikut kepada
kebiasaan kebanyakan perempuan secara umum, yaitu enam hari atau tujuh hari,
dan Allah maha tahu.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar