Minggu, 14 Juli 2019

Ngaji Risalah ahlus sunnah wal jama'ah karya syaikh hasyim asy'ari episode ketiga.

Kitab Risaalah Ahlus Sunnah wal Jamaa’ati fii hadiitsil mautaa wa asyraathis saa’ati wa bayaani mafhuumis sunnati wal bid’ati ; Karya : al’alaamah asysyaikh muhammad hasyim asy’arii rahimahullahu ta’ala.

@ngajirisalahaswaja/0003/klik.

فصل فى بيان السنة والبدعة
[fashlun fii bayaanis sunnati wal bid’ati] : [fasal yang menjelaskan tentang sunnah dan bid’ah]

السنة بالضم والتشديد كما قال أبو البقاء فى كلياته : لغة الطريقة ولو غير مرضية ، وشرعا إسم للطريقة المرضية المسلوكة فى الدين سلكها رسول الله صلى الله عليه وسلم أو غيره ممن هو علم في الدين كالصحابة رضي الله عنهم ، لقوله صلى الله عليه وسلم : عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي ، وعرفا ما واظب عليه مقتدي نبيا كان أو وليا ، والسني منسوب إلى السنة حذف التاء للنسبة.

Assunnatu bidh dhammi wat tasydiidi kamaa abul baqaa-i fii kuliyyaatihi : lughatan aththariiqatu wa lau ghaira mardhiyyatin, wa syar’an ismun lith thariiqatil mardhiyyatil masluukati fid diini salakahaa rasuulullaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama au ghairuhu mimman huwa ‘alamun fid diini kash shahaabati radhiyallaahu ‘anhum, liqaulihi shallallaahu ‘alaihi wa sallama : ‘alaikum bisunnatii wa sunnatil khulafaa-ir rasyidiina min ba’dii, wa ‘urfan maa waazhaba ‘alaihi muqtadan nabiyyan kaana au waliyyan, was sunniyyu mansuubun ilas sunnati hudzifat taa-u lin nisbati.

Lafadz assunnah dengan didhammah huruf sin dan ditasydid huruf nun seperti keterangan yang dikatakan oleh abul baqa’ didalam kitab kuliyyahnya : sunnah secara bahasa itu adalah jalan meskipun tidak diridhai, dan sunnah menurut istilah syari’at itu adalah nama bagi jalan yang diridhai yang ditempuh didalam agama yang menempuh jalan itu, yakni rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau selainnya dari orang yang dia itu orang yang menjadi panutan didalam agama seperti para sahabat berdasarkan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallama : wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunahnya khulafatur rasyidin yang hidup setelahku, dan secara adat kebiasaan adalah apa yang senantiasa berada diatasnya orang yang menjadi panutan, baik panutan itu adalah seorang nabi atau seorang wali, dan lafadz assunniyyu dinisbatkan kepada lafadz assunnah dibuang huruf ta karena menisbatkan.

والبدعة كما قال الشيخ زروق فى عدة المريد : شرعا احداث أمر فى الدين يشبه أن يكون منه وليس منه سواء كان بالصورة أو بالحقيقة ، لقوله صلى الله عليه وسلم : من أحدث فى أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد ، وقوله صلى الله عليه وسلم : وكل محدثة بدعة ، وقد بين العلماء رحمهم الله أن المعنى فى الحديثين المذكورين راجع لتغيير الحكم بإعتقاد ما ليس بقربة قربة لا مطلق الاحداث ، إذ قد تناولته الشريعة بأصولها فيكون راجعا إليها أو بفروعها فيكون مقيسا عليها.

Wal bid’atu kama qaala asysyaikhu zaruuqun fii ‘uddatil muriidi : syar’an ihdaatsu amrin fid diini yusybihu an yakuuna minhu wa laisa minhu sawaa-un kaana bish shuruuti au bil haqiiqati, liqaulihi shallallaahu ‘alaihi wa sallama : man ahdatsa fii amrinaa haadzaa maa laisa minhu fahuwa raddun, wa qaulihi shallallaahu ‘alaihi wa sallama : wa kullu muhdatsatin bid’atun, wa qad bayyanal ‘ulamaa-u rahimahumullaahu annal ma’naa fil hadiitsainil madzkuuraini raaji’un litaghyiiril hukmi bi-i’tiqaadi maa laisa biqurbatin qurbatan laa muthlaqil ihdaatsi, idz qad tanaawalathu asysyarii’atu bi-ushuulihaa fayakuunu raaji’an ilaihaa au bifuruu’ihaa fayakuunu maqiisan ‘alaihaa.

Dan bid’ah itu sebagaimana keterangan yang dikatakan oleh syaikh zaruq didalam kitab ‘uddatul murid : bid’ah menurut istilah syari’at itu adalah mengadakan perkara yang baru didalam agama yang menyerupai perkara itu daripada agama dan perkara itu tidak ada daripada agama sama saja perkara itu dengan berbentuk rupa atau dengan hakikatnya, berdasarkan sabda nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallama : barangsiapa yang mengadakan perkara yang baru dalam urusan kita ini apa yang tidak ada dasarnya darinya maka sesuatu yang tidak ada dasarnya itu tertolak, dan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallama : dan setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah, dan sungguh para ulama semoga Allah merahmati mereka telah menjelaskan bahwa makna didalam dua hadits yang tersebut diatas itu kembali kepada perubahan hukum dengan meyakini apa saja yang itu bukan ibadah yang bisa mendekatkan diri itu diyakini ibadah yang bisa mendekatkan diri tidak dianggap memutlakan mengadakan perkara yang baru, karena sungguh sesuatu itu telah didapati oleh syari’at dengan pokok-pokoknya maka dia itu kembali pada pokok-pokok tadi atau dengan cabang-cabangnya maka dia diqiyaskan atas syari’at.

Sabtu, 13 Juli 2019

Ngaji syarah bulughul maram - karya imam ibnu hajar al'asqalani episode ketiga puluh tiga.

Kajian Kitabul Buyu’ yang diambil dari Kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, Halaman : 175 (seratus tujuh puluh lima) ; Karya Imam Ibnu Hajar Al’Asqalani semoga Allah merahmatinya : Tema Pembahasan : haramnya riba dan jalan-jalan riba itu sangat banyak, bukan cuma satu seperti difahami manusia pada umumnya.

@ngajisyarahbulughulmaram/S=0033/klik.

كتاب البيوع = Kitab Jual Beli

Dalil Hadits tentang haramnya riba dan jalan-jalan riba itu sangat banyak, bukan cuma satu seperti difahami manusia pada umumnya adalah Sebagai Berikut :

[852]- وعن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : الربا ثلاثة وسبعون بابا ، أيسرها مثل أن ينكح الرجل أمه ، وإن أربي الربا عرض الرجل المسلم ؛ رواه ابن ماجه مختصرا ، والحاكم بتمامه وصححه.

dan dari abdullah bin mas’ud semoga Allah meridhainya dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : riba itu ada 73 pintu, riba yang paling ringan seperti seorang menzinai ibunya sendiri dan sesungguhnya riba yang paling berat adalah merusak kehormatan seorang muslim ; hadits ini diriwayatkan oleh ibnu majah secara ringkas, dan alhakim dengan secara sempurna dan alhakim menshahihkan hadits ini.

Faedah hadits bulughul maram nomer : 852 – kitab jual beli adalah sebagai berikut :

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkan riba dengan kehormatan orang islam, yaitu merusaknya ; riba terjadi karena hilangnya sifat tolong-menolong seperti hutang tidak membayar dan riba menjadi akhlaq jelek seperti seorang punya modal 10 juta bila diribakan maka lebih menguntungkan sehingga dia menjadi orang malas bekerja dan usaha itu adalah salah satu yang bisa menghilangkan riba.

Zina dengan bukan mahram itu haram dan dosa besar tapi bila dilakukan dengan sesama mahram seperti seorang menzinai ibunya sendiri ; tidak ada ancaman keras setelah syirik kecuali ancaman keras dosa riba ; tidak ada didalam alqur’an sesuatu yang lebih dahsat dosanya seperti dosa riba ; Allah mengumumkan perang kepada pelaku riba ; riba yang paling ringan seperti seorang menzinai ibunya sendiri  dan riba yang paling berat adalah merusak kehormatan seorang muslim.

<<<<<== teks sebelumnya_klik32 > < teks setelahnya_klik34 == >>>>>

Jumat, 12 Juli 2019

Ngaji syarah bulughul maram - karya imam ibnu hajar al'asqalani episode ketiga puluh dua.


Kajian Kitabul Buyu’ yang diambil dari Kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, Halaman : 175 (seratus tujuh puluh lima) ; Karya Imam Ibnu Hajar Al’Asqalani semoga Allah merahmatinya : Tema Pembahasan : bab tentang riba, definisi riba dan hukum riba menurut timbangan syariat islam.

@ngajisyarahbulughulmaram/S=0032/klik.

كتاب البيوع = Kitab Jual Beli

Definisi riba secara bahasa dan syariat serta hukum riba adalah Sebagai Berikut :

Bab tentang riba maknanya adalah hukum riba dan macam-macam riba ; definisi riba, riba berasal dari kata riba yarbu, riba menurut bahasa maknanya tambahan, riba juga dinamakan arrimau berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat alhajj ayat 5, yaitu : ihtazzat warabat (bertambah) ; menurut syariat riba maknanya tambahan pada barang-barang tertentu, ada pula yang mengatakan : riba adalah setiap jual beli yang haram ; hukum riba adalah haram, berdasarkan alqur’an, hadits dan qiyas yang shahih ; pengertian riba yang lain adalah tambahan pada modal pokok banyak atau sedikit.

Dalil Hadits tentang bab tentang riba, definisi riba dan hukum riba menurut timbangan syariat islam adalah Sebagai Berikut :

[850]- عن جابر رضي الله عنه قال : لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم : آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه ، وقال : هم سواء ؛ رواه مسلم.

dari jabir semoga Allah meridhainya, dia berkata : rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat : orang yang memakan riba, orang yang memberi makan riba, orang yang menulis riba, dan kedua saksinya, dan beliau bersabda : mereka adalah sama ; hadits diriwayatkan oleh imam muslim.

[851]- وللبخاري نحوه من حديث أبي جحيفة <32>.

===<32>. لفظه عن عون بن أبي جحيفة قال : رأيت أبي اشترى عبدا حجاما فسألته فقال نهى النبي صلى الله عليه وسلم : عن ثمن الكلب وثمن الدم ونهى عن الواشمة والموشومة وآكل الربا وموكله ولعن المصور.

Lafadz hadits yang diriwayatkan oleh imam bukhari dari aun bin abi juhaifah, dia berkata : saya melihat ayahku membeli budak tukang bekam maka saya memintanya maka berkata ayah saya : nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang : dari hasil penjualan anjing dan dari hasil penjualan darah dan beliau melarang dari wanita yang membuat tatto dan wanita yang minta dibuatkan tatto dan dari orang yang makan riba dan orang yang memberi makan riba dan beliau melaknat tukang gambar makhluk yang bernyawa.

Faedah hadits bulughul maram nomer : 850 – 851 kitab jual beli adalah sebagai berikut :

Laknat adalah mendoakan supaya dijauhkan dari rahmat Allah ta’ala, karena rahmat itu yang menentukan masuk surga atau tidak ; supaya mendapat rahmat maka dia beramal dengan amalan yang mendatangkan rahmat Allah ta’ala ; hadits ini sebagai dalil tentang dosanya dan haramnya orang yang disebutkan dalam hadits ini.

Lafadz Aakilar riba (pemakan riba) lafadz makan disini adalah umum karena dia menggunakan atau memanfaatkan hasil riba dan yang selainnya adalah sama.

Lafadz mukilahu (orang yang memberi makan riba) maksudnya adalah orang yang memberikan riba karena riba itu tidak terjadi kecuali dari orang tersebut maka dia masuk ke dalam perbuatan dosa sehingga orang yang berhutang kepada bank adalah termasuk yang dilaknat.

Dosanya penulis dan kedua saksinya karena tolong-menolongnya mereka dalam perkara yang haram ; muamalah yang didalamnya ada kedhaliman dan mengantarkan kepada kedhaliman adalah dilarang.

<<<<<== teks sebelumnya_klik31 > < teks setelahnya_klik33 == >>>>>