Minggu, 02 Juni 2019

Ngaji Buluughul Maraam - Kitaabul Buyuu'i - karya ibnu hajar al'asqalani episode keempat.

Kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, Halaman : 178 [seratus tujuh puluh delapan] ; karya Imam Abi Fadhl Ahmad bin 'Ali bin Hajar Al 'Asqalani rahimahullahu ta'ala:

@ngajibuluughulmaraam/0004/klik.

باب الرخصة في العرايا وبيع الأصول والثمار.
[868]- عن زيد بن ثابت رضي الله تعالى عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رخص فى العرايا : أن تباع بخرصها كيلا [*] ؛ متفق عليه ؛ ولمسلم رخص فى العرية يأخذها أهل البيت بخرصها تمرا يأكلونها رطبا.

===[*]- العرية أن يعري الرجل الرجل النخلة ثم يتأذى بدخوله عليه بستانه فرخص له أن يشتريها منه بتمر ؛ وقال يزيد بن هارون : عن سفيان بن حسين هي نخل كانت توهب للمساكين فلا يستطيعيعون أن ينتظروا بها فرخص لهم أن يبيعوها بما شاءوا من التمر.

Bab keringanan tentang ‘araya dan jual beli ushul dan buah-buahan.
[868]- dari zaid bin tsabit semoga Allah ta’ala meridhainya bahwa rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) pada ariyah : yaitu supaya dijual dengan perkiraan kurma yang ditakar [*] hadis riwayat bukhari muslim ; dan pada riwayat imam muslim : rasul memberi keringanan pada ariyah, yaitu pemilik pohon kurma membeli kurma yang masih dipohon dengan memperkirakan dengan kurma kering agar mereka memakan kurma yang basah.

===[*]- al-‘ariyah yaitu seorang menawarkan kepada orang lain pohon kurma kemudian dia kesulitan untuk masuk atas orang itu kebunnya maka memberi keringanan untuknya untuk membelinya dari orang itu dengan kurma kering ; dan berkata yazid bin harun dari sufyan bin husain : ariyah adalah pohon kurma yang diberikan untuk orang miskin maka tidak mampu untuk menunggu dengannya maka dia diberi rukhshoh untuk membelinya dengan apa yang mereka kehendaki dari kurma kering.

[869]- وعن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رخص فى بيع العرايا بخرصها من التمر فيما دون خمسة أوسق أو فى خمسة أوسق ؛ متفق عليه.

[869]- dan dari abu hurairah semoga Allah ta’ala meridhainya bahwa rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi keringanan pada jual beli ‘ariyah yang diperkirakan dengan ditakar kurma kering yang kurang dari 5 wasaq atau pada 5 wasaq ; hadis diriwayatkan oleh bukhari muslim.

[870]- وعن ابن عمر رضي الله تعالى عنهما قال : نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن بيع الثمار حتى يبدو صلاحها ، نهى البائع والمبتاع ؛ متفق عليه ؛ وفى رواية : وكان إذا سئل عن صلاحها قال : حتى تذهب عاهتها.

[870]- dan dari ibnu umar semoga Allah ta’ala meridhai mereka berdua berkata : rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang dari jual beli buah-buahan sebelum nampak baiknya buah-buahan tersebut, beliau melarang kepada penjual dan pembeli ; hadis diriwayatkan oleh bukhari muslim ; dan pada satu riwayat : dan adalah nabi shallallahu alaihi wa sallam apabila ditanya tentang baiknya buah tersebut, beliau menjawab : sampai hilang penyakit buah tersebut.

[871]- وعن أنس بن مالك رضي الله تعالى عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن بيع الثمار حتى تزهى ، قيل : وما زهوها ؟ قال : تحمار وتصفار ؛ متفق عليه واللفظ للبخاري.

[871]- dan dari anas bin malik semoga Allah ta’ala meridhainya bahwa nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang dari menjual buah-buahan sampai buah itu baik, ditanyakan : apa tanda baiknya buah itu ? nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab : buah itu mulai memerah dan menguning ; hadis riwayat bukhari muslim dan lafadz hadis pada riwayat bukhari.

[872]- وعنه رضي الله تعالى عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن بيع العنب حتى يسود وعن بيع الحب حتى يشتد ؛ رواه الخمسة إلا النسائي وصححه ابن حبان والحاكم.

[872]- dan dari anas bin malik semoga Allah ta’ala meridhainya bahwa nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang dari menjual anggur sampai anggur menghitam dan dari menjual biji-bijian sampai biji-bijian itu mengeras ; hadis ini diriwayatkan oleh imam yang lima kecuali annasai dan dishahihkan oleh ibnu hibban dan alhakim.

[873]- وعن جابر بن عبد الله رضي الله تعالى عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لو بعت من أخيك تمرا فأصابته جائحة [*] فلا يحل لك أن تأخذ منه شيئا ، بم تأخذ مال أخيك بغير حق ؟ رواه مسلم ؛ وفي رواية له : أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بوضع الجوائح.

==[*]- الحائجة : الآفة تصيب الثمار فتهلكها والأمر بوضع الجوائح أمر ندب عند الأكثر لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن بيع الثمرة قبل بدو صلاحها فلو كانت الجائحة بعد بدو الصلاح من مال البائع على سبيل الوجوب لم يكن لهذا النهي فائدة.

[873]- Dan dari jabir bin abdillah semoga Allah ta’ala meridhai keduanya, berkata : bersabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : seandainya engkau menjual buah kepada saudaramu kemudian buah itu tertimpa penyakit maka tidak halal bagimu untuk mengambil sesuatu dari saudaranya, kenapa kamu mengambil harta saudaramu dengan tanpa hak ? ; hadis diriwayatkan oleh imam muslim ; dan pada satu riwayat bagi imam muslim : bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

==[*]- Al-Ja-ihah adalah : penyakit yang menimpa buah-buahan kemudian penyakit buah tersebut merusaknya dan perintah untuk meletakan buah-buahan yang busuk adalah perintah perintah sunnah menurut mayoritas ulama karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari menjual buah-buahan sebelum nampak baiknya buah tersebut maka seandainya buah-buahan yang busuk setelah nampak baiknya dari harta penjual atas hukum wajib tidak ada faedah terhadap larangan ini.

[874]- وعن ابن عمر رضي الله تعالى عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : من ابتاع نخلا بعد أن تؤبر [*] فثمرتها للبائع الذي باعها إلا أن يشترط المبتاع ؛ متفق عليه.

==[*]- التأبير : شق طلق النخلة الأنثى  ليذر فيه من طلع النخلة الذكر.

dan dari ibnu umar semoga Allah ta’ala meridhai mereka berdua dari nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwasannya beliau bersabda : barangsiapa yang menjual pohon kurma setelah pohon kurma dikawinkan maka buahnya untuk penjual yang menjualkannya kecuali pembeli mempersyaratkan ; hadis riwayat bukhari muslim.

==[*]- atta’bir artinya membelah pelepah atau manggar pohon kurma yang betina untuk diserbuki padanya dari manggar pohon kurma yang jantan.

<<<<<== teks sebelumnya_klik3 > < teks setelahnya_klik5 == >>>>>

Sabtu, 01 Juni 2019

Ngaji Buluughul Maraam - Kitaabul Buyuu'i - karya ibnu hajar al'asqalani episode ketiga.


Kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, Halaman : 175 [seratus tujuh puluh lima] ; karya Imam Abi Fadhl Ahmad bin 'Ali bin Hajar Al 'Asqalani rahimahullahu ta'ala:

@ngajibuluughulmaraam/0003/klik.

باب الربا.
[850]- عن جابر رضي الله عنه قال : لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم : آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه ، وقال : هم سواء ؛ رواه مسلم.

Bab tentang Riba.
[851]- dari jabir semoga Allah meridhainya, dia berkata : rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat : orang yang memakan riba, orang yang memberi makan riba, orang yang menulis riba, dan kedua saksinya, dan beliau bersabda : mereka adalah sama ; hadits diriwayatkan oleh imam muslim.

[851]- وللبخاري نحوه من حديث أبي جحيفة <31>.

===<31>. لفظه عن عون بن أبي جحيفة قال : رأيت أبي اشترى عبدا حجاما فسألته فقال نهى النبي صلى الله عليه وسلم : عن ثمن الكلب وثمن الدم ونهى عن الواشمة والموشومة وآكل الربا وموكله ولعن المصور.

[851]- Lafadz hadits yang diriwayatkan oleh imam bukhari dari aun bin abi juhaifah, dia berkata : saya melihat ayahku membeli budak tukang bekam maka saya memintanya maka berkata ayah saya : nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang : dari hasil penjualan anjing dan dari hasil penjualan darah dan beliau melarang dari wanita yang membuat tatto dan wanita yang minta dibuatkan tatto dan dari orang yang makan riba dan orang yang memberi makan riba dan beliau melaknat tukang gambar makhluk yang bernyawa.

[852]- وعن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : الربا ثلاثة وسبعون بابا ، أيسرها مثل أن ينكح الرجل أمه ، وإن أربي الربا عرض الرجل المسلم ؛ رواه ابن ماجه مختصرا ، والحاكم بتمامه وصححه.

[852]- dan dari abdullah bin mas’ud semoga Allah meridhainya dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : riba itu ada 73 pintu, riba yang paling ringan seperti seorang menzinai ibunya sendiri dan sesungguhnya riba yang paling berat adalah merusak kehormatan seorang muslim ; hadits ini diriwayatkan oleh ibnu majah secara ringkas, dan alhakim dengan secara sempurna dan alhakim menshahihkan hadits ini.

[853]- وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لا تبيعوا الذهب بالذهب إلا مثلا بمثل ، ولا تشفوا بعضها على بعض <32>، ولا تبيعوا الورق بالورق إلا مثلا بمثل ، ولا تشفوا بعضها على بعض ، ولا تبيعوا منها غائبا بناجز ؛ متفق عليه.

===<32>. أي لا تزيدوا بعضها على بعض ، والشف – بكسر الشين _ الربح والزيادة ، وهو أيضا النقصان فهو من الأضداد.

[853]- dan dari abu sa’id alkhudriy semoga Allah meridhainya bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : jangan kamu menjual emas dengan emas kecuali dengan yang sebanding, dan jangan kamu menambahkan sebagiannya atas sebagian yang lain, dan jangan kalian menjual perak dengan perak kecuali dengan yang sebanding, dan jangan kamu menambahkan sebagiannya atas sebagian yang lain, dan jangan kamu menjual darinya yang ghaib dengan yang nampak ; hadits riwayat bukhari muslim.

[854]- وعن عبادة بن الصامت قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الذهب بالذهب والفضة بالفضة والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلا بمثل سواء بسواء يدا بيد فإذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم إذا كان يدا بيد ؛ رواه مسلم.

[854]- dan dari ‘ubadah bin ashshamit, dia berkata : rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : jual beli emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, kurma dengan kurma, garam dengan garam yang sama, yang sebanding, serah terima secara kontan maka apabila berbeda jenis-jenis ini maka juallah sebagaimana sekehendak kalian apabila hal itu adalah serah terima secara kontan ; hadits diriwayatkan oleh imam muslim.

[855]- وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الذهب بالذهب وزنا بوزن مثلا بمثل والفضة بالفضة وزنا بوزن مثلا بمثل فمن زاد أو استزاد فهو ربا ؛ رواه مسلم.

[855]- dan dari abu hurairah semoga Allah meridhainya, dia berkata : rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Emas dengan emas yang sama timbangannya yang sama, dan perak dengan perak yang sama timbangannya yang sama maka barang siapa yang menambahkan atau meminta tambah maka itu riba ; hadits ini diriwayatkan oleh imam muslim.

[856]- وعن أبي سعيد الخدري وأبي هريرة رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم استعمل رجلا <34> على خيبر ، فجاءه بتمر جنيب ، فقال رسول الله صلى الله على وسلم : أكل تمر خيبر هكذا ؟ فقال : لا ، والله يا رسول الله ، إنا لنأخذ الصاع من هذا بالصاعين والصاعين بالثلاثة ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تفعل ، بع الجمع بالدراهم ثم ابتع بالدراهم جنيبا ، وقال في الميزان مثل ذلك ؛ متفق عليه ، ولمسلم : وكذلك الميزان.

===<33>. هو سواد بن غزية بوزن عطية والجنيب : تمر جيد ، والجمع : كل لون من النخيل لا يعرف اسمه وقيل : تمر مختلط من أنواع متفرقة ليس مرغوبا فيه.

[856]- dan dari abu sa’id alkhudriy dan abu hurairah semoga Allah meridhai mereka berdua bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat seorang amil zakat untuk negeri khaibar maka dia datang kepada beliau dengan kurma yang bagus maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Apakah semua kurma khaibar seperti ini ? maka dia berkata : tidak, demi Allah ya rasulullah, sungguh kami mengambil satu sho’ dari kurma yang bagus dengan dua sho’ kurma yang jelek dan dua sho’ kurma yang bagus dengan tiga sho’ kurma yang jelek, maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : jangan kamu lakukan hal itu, juallah semua itu dengan uang dirham kemudian kamu beli kurma yang bagus dengan dirham, dan beliau mengatakan pada semua benda yang ditimbang seperti itu ; hadits ini diriwayatkan oleh bukhari muslim, dan pada riwayat imam muslim : dan demikian juga pada benda-benda yang ditimbang.

===<33>. Dia adalah sawad bin ghaziyah dengan wazan ‘athiyah dan aljanibu adalah kurma yang bagus, dan aljam’u adalah semua warna dari kurma yang tidak dikenal namanya, dan dikatakan : kurma yang bercampur dari bermacam-macam yang berbeda-beda yang tidak disuka kurma tersebut.

[857]- وعن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال : نهي رسول الله صلى الله عليه وسلم عن بيع الصبرة من التمر التي لا يعلم مكيلها بالكيل المسمى من التمر ؛ رواه مسلم.

[857]- dan dari jabir bin abdillah semoga Allah meridhai mereka berdua, dia berkata : rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari menjual setumpuk dari kurma yang tidak diketahui takarannya dijual dengan kurma yang diketahui takarannya ; hadits ini diriwayatkan oleh imam muslim.

[858]- وعن معمر بن عبد الله رضي الله عنه قال : إني كنت أسمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : الطعام بالطعام مثلا بمثل ؛ وكان طعامنا يومئد الشعير ؛ رواه مسلم.

[858]- dan dari ma’mar bin abdillah semoga Allah meridhainya, dia berkata : saya pernah mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : tukar-menukar makanan dengan makanan supaya sama ; dan makanan kami pada waktu itu adalah gandum ; hadits ini diriwayatkan oleh imam muslim.

[859]- وعن فضالة بن عبيد رضي الله عنه قال : اشتريت يوم خيبر قلادة باثني عشر دينارا ، فيها ذهب وخرز ، ففصلتها فوجدت فيها أكثر من اثني عشر دينارا فذكرت ذلك للنبي صلى الله عليه وسلم فقال : لا تباع حتى تفصل ؛ رواه مسلم.

[859]- dan dari fadholah bin ubaidin semoga Allah meridhainya, dia berkata : saya membeli kalung pada waktu perang khoibar dengan harga 12 dinar, pada kalung itu terdapat emas dan permata maka saya pisahkan kalung (antara emas dan permata) maka saya mendapatkan pada kalung lebih dari 12 dinar maka saya ceritakan hal itu kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda : jangan kamu jual sampai dipisahkan ; hadits diriwayatkan oleh imam muslim.

[860]- وعن سمرة بن جندب أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن بيع الحيوان بالحيوان نسيئة ؛ رواه الخمسة وصححه الترمذي وابن الجارود.

===<*>. هو من رواية الحسن البصري عن سمرة وهو مختلف في سماعه منه ؛ قال الأثرم : قال أبو عبدالله : لا يصح سماعه منه ؛ وأحاديث المنع كلها ليس منها حديث يعتمد عليه اه ؛ وسيجيء حديث عبد الله بن عمرو في جواز ذلك ؛ وروى الشافعي عن مالك عن نافع عن ابن عمر أنه باع بعيرا له بأربعة مضمونة بالربذة.

[860]- dan dari samurah bin jundub bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari menukar hewan dengan hewan dengan tidak kontan ; hadits diriwayatkan oleh imam yang lima dan dishahihkan oleh attirmidzi dan ibnul jarud.

===<*>. Hadits ini dari riwayat alhasan albasri dari samurah dan dia (alhasan) diperselisihkan tentang pendengarannya darinya (samurah), berkata al-atsram : berkata abu ‘abdillah : tidak benar (alhasan) mendengar darinya (samurah) ; dan semua hadits-hadits yang melarang semuanya tidak ada darinya satu haditspun yang dijadikan pegangan atasnya ; dan akan datang hadits abdullah bin amr tentang bolehnya hal itu ; dan imam asysyafi’i telah meriwayatkan dari malik dari nafi’ dari ibnu umar bahwasannya dia menjual seekor onta miliknya dengan 4 ekor onta biasa dengan jaminan kain.

[861]- وعن ابن عمر رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إذا تبايعتم بالعينة <*> وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم ؛ رواه أبو داود من رواية نافع عنه وفي إسناده مقال ولأحمد نحوه من رواية عطاء ورجاله ثقات وصححه ابن القطان.

===<*>. العينة فعلة من العين وهو النقد ؛ قال الجوزجاني : أنا أظن أن العينة إنما اشتقت من حاجة الرجل إلى العين من الذهب والورق فيشتري السلعة ويبيعها بالعين التي احتاج إليها وليست به إلى السلعة حاجة ؛ وقال الرافعي : وبيع العينة أن يبيع شيئا من غيره بثمن مؤجل ويسلمه إلى المشتري ثم يشتريه منه قبل قبض الثمن نقد أقل اه ؛ وهي من مخادعة الله واتخاذ دينه هزوا ولعبا.

[861]- dan dari ibnu umar semoga Allah meridhai mereka berdua, dia berkata : saya mendengar rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda : Apabila kalian melakukan jual beli dengan cara ‘inah dan kalian mengambil ekor-ekor sapi dan kalian ridho dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad niscaya Allah menguasakan atas kalian kehinaan, Allah tidak mencabut kehinaan tersebut sampai kalian kembali kepada agama kalian ; hadits ini diriwayatkan oleh abu dawud dari riwayat nafi’ darinya, yaitu ibnu umar dan dalam sanad hadits ini ada pembicaraan dan pada riwayat ahmad semisal dengannya, yaitu riwayat abu dawud dari riwayat atha dan para perawinya adalah terpercaya dan hadits ini dishahihkan oleh ibnu qaththan.

<*>.==== Al-‘inah adalah wazan fi’latun berasal dari kata Al’in yang artinya kontan (pembayaran kontan) ; berkata aljaujanii : Saya mengira bahwa al’inah itu sesungguhnya tidak lain kebutuhan dari hajatnya seseorang kepada benda seperti emas dan perak sehingga dia bisa membeli barang dan menjual barang tersebut dengan satu benda yang dia membutuhkan terhadap barang tersebut dan dia tidak butuh dengan benda tersebut kepada barang itu ; dan berkata Arrafi’i : dan jual beli ‘inah yaitu dia menjual sesuatu daripada lainnya dengan harga yang tidak kontan dan dia menyerahkan sesuatu itu kepada pembeli kemudian dia, yaitu penjual membelinya kembali sesuatu tersebut dari pembeli sebelum menerima bayaran dengan pembayaran kontan yang lebih sedikit, selesai ; dan jual beli ‘inah termasuk menipu Allah dan menjadikan agamanya sebagai main-main dan olok-olokan.

[862]- وعن أبي أمامة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من شفع لأخيه شفاعة فأهدى له هدية فقبلها فقد أتى بابا عظيما من أبواب الربا ؛ رواه أحمد وأبو داود وفي إسناده مقال.

[862]- dan dari abu umamah semoga Allah meridhainya dari nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda : barangsiapa yang memberi syafa’at (pertolongan) kepada saudaranya dengan satu syafa’at maka saudaranya memberinya hadiah kepada dirinya dengan suatu hadiah maka dia menerima hadiah tersebut maka sungguh dia mendatangi pintu yang besar dari pintu-pintu riba ; hadis ini diriwayatkan oleh ahmad dan abu dawud ; dan dalam sanadnya ada pembicaraan.

[863]- وعن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال : لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الرشي والمرتشي ؛ رواه أبو داود والترمذي وصححه.

[864]- وعنه أن النبي صلى الله عليه وسلم أمره أن يجهز جيشا فنفدت الإبل فأمره أن يأخذ على قلائص الصدقة ، قال : فكنت آخذ البعير بالبعيرين إلى إبل الصدقة ؛ رواه الحاكم والبيهقي ورجاله ثقات [*].

==[*]- قال يحي بن معين : هو حديث مشهور ولكن مالكا يحمله على اختلاف المنافع والأغراض فإن الذي كان يأخذه ابن عمرو إنما هو للجهاد والذي جعله عوضه من إبل الصدقة يكون من بني المخاض ومن حواشي الإبل ونحوها.

[864]- dan dari abdullah bin amr bin al’ash bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau menyuruhnya untuk menyiapkan pasukan perang tetapi onta telah habis maka beliau menyuruhnya untuk mengambil atas onta-onta zakat, berkata abdullah : maka saya mengambil satu onta diganti dua ekor onta pada onta zakat ; hadis ini diriwayatkan oleh alhakim dan albaihaqi dan perawi-perawinya terpercaya.

==[*]- berkata yahya bin ma’in : hadis ini adalah hadis terkenal dan akan tetapi imam malik menafsirkan hadis kepada berbeda-beda manfaat dan tujuan maka sesungguhnya yang diambil oleh ibnu umar tidak lain dia itu untuk jihad dan yang beliau jadikan sebagai ganti dari onta zakat dari onta yang berumur dua tahun dan dari onta jinak dan yang semisalnya.

[865]- وعن ابن عمر رضي الله عنهما قال : نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن المزابنة : أن يبيع ثمر حائطه إن كان نخلا بتمر كيلا  وإن كان كرما أن يبيعه بزبيب كيلا وإن كان زرعا أن يبيعه بكيل طعام نهى عن ذلك كله ؛ متفق عليه.

[865]- dan dari ibnu umar semoga Allah meridhai mereka berdua berkata : rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang dari muzabanah : muzabanah adalah menjual buah-buahan kebunnya jika buah itu adalah kurma yang basah dengan kurma yang kering yang ditakar dan jika itu adalah anggur yang basah ditukar dengan anggur kering yang ditakar dan jika itu tanaman ditukar dengan makanan yang ditakar, nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang dari itu semuanya ; hadis riwayat bukhari muslim.

[866]- وعن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يسئل عن اشتراء الرطب بالتمر فقال : أينقص الرطب إذا يبس ؟ قالوا : نعم فنهى عن ذلك ؛ رواه الخمسة وصححه ابن المديني والترمذي وابن حبان والحاكم.

[866]- dan dari sa’d bin abi waqqas semoga Allah meridhainya, berkata : saya mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang membeli kurma basah dengan kurma kering maka beliau bersabda : Apakah kurma basah itu berkurang apabila mengering ? mereka (para sahabat) menjawab : ‘ya’, maka beliau melarang dari hal itu ; hadis diriwayatkan oleh imam yang lima dan dishahihkan oleh ibnul madini, attirmidzi, ibnu hibban dan alhakim.

[867]- وعن ابن عمر أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن بيع الكالئ بالكالئ ، يعني الدين بالدين ؛ رواه إسحاق والبزار بإسناد ضعيف [*].

==[*]- هو من رواية الدراودي عن موسى بن عبيدة الربذي قال أحمد : لا تحل الرواية عنه ولا أعرف هذا الحديث عن غيره وليس في هذا حديث يصح لكن إجماع الناس على أنه لا يجوز بيع النسيئة بالنسيئة ؛ يشتري إلى أجل فإذا حل الأجل يقول بعنيه إلى أجل آخر بزيادة.

[867]- Dan dari ibnu umar bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari menjual alkali dengan alkali, yakni hutang dengan hutang ; hadis diriwayatkan oleh ishaq dan albazzar dengan sanad lemah.

==[*]- hadis ini dari riwayat addarowadi dari musa bin ‘ubaidah arrubadzi, berkata ahmad : tidak halal riwayat dari dia (addarowadi) dan saya tidak mengetahui hadis ini dari selainnya dan tidak ada dalam masalah hadis ini yang shahih akan tetapi manusia ijma yang menyatakan bahwa : tidak boleh menjual hutang dengan hutang, yang bentuknya : seorang membeli sesuatu sampai batas tertentu maka apabila waktu telah tiba, dia mengatakan : jual sesuatu itu sampai batas lain dengan tambahan.

<<<<<== teks sebelumnya_klik2 > < teks setelahnya_klik4 == >>>>>